Analisis Ketergantungan Ekonomi Brazil Terhadap Pinjaman Dana Internasional (1970-1990)

Oleh : Luke Pramudita

  1. PENDAHULUAN

Terjadinya krisis ekonomi di Brazil pada periode 1970-1990 merupakan fenomena internasional yang sangat mengemuka pada masanya. Pada saat itu situasi ekonomi dunia sedang terguncang akibat naiknya harga minyak dunia. Negara-negara di seluruh dunia mengalami krisis akibat regulasi yang dikeluarkan oleh OPEC selaku organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia. Tanpa terkecuali, perekonomian nasional Brazil turut terkena imbas dari kenaikan harga minyak ini.

Sebagai negara yang roda kehidupannya ditopang oleh industri, Brazil tidak kuasa untuk membatasi kebutuhan industri nasionalnya terhadap minyak. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini Brazil meminjam dana dari berbagai institusi internasional dan bank-bank swasta untuk menjalankan kembali roda perekonomiannya di bidang industri.

Tak disangka sebelumnya keadaan dunia tidak berubah pada tahun-tahun berikutnya dan kondisi perekonomian Brazil semakin parah akibat hutang luar negeri yang menumpuk berikut bunga yang cukup besar. Perekonomian Brazil hancur dengan tingkat inflasi 175% dan hutang luar negeri sejumlah USD 86 Milyar (kondisi yang sangat jauh berbeda dengan Brazil pada tahun 1960an dimana angka pertumbuhan ekonominya mencapai 10%). Permasalahan hutang Brazil terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya dan sampai sekarang Brazil tidak bisa lepas dari jeratan hutang tersebut.

Berangkat dari latar belakang ini penulis akan mencoba menjelaskan apa saja faktor yang mengakibatkan Brazil mengalami ketergantungan ekonomi terhadap hutang luar negeri.

  1. ANALISIS

Untuk menganalisis kasus ketergantungan negara Brazil terhadap hutang luar negeri akan penulis jelaskan dalam matriks berikut:

UNIT EKSPLANASI

Individu

(Presiden)

Negara

(Kondisi Brazil)

Sistem Intrnasional

Negara (Brazil)

1

2

3

UNIT

ANALISA

Penjelasan:

Pada matriks di atas dapat diketahui bahwa unit analisa yang akan diteliti adalah negara (Brazil) sedangkan unit eksplanasi yang memungkinkan adalah individu, negara, maupun sistem internasional. Kasus ketergantungan ekonoi Brazil terhadap hutang luar negeri jelaslah sangat berhubungan dengan sistem internasional dan kondisi negara, sehingga dalam angka urutan prioritas penulis memberikan prioritas tertinggi pada level sistem internasional.

Dari penjelasan di atas maka analisis yang diajukan penulis adalah sebagai berikut :

    1. Unit analisa kasus : ketergantungan ekonomi Brazil terhadap pinjaman dana internasional pada tahun 1970-1990

    2. Unit eksplanasi : sistem internasional

    3. Faktor-faktor penyebab :

      1. Adanya lembaga keuangan internasional yang dapat memberikan pinjaman kepada negara seperti International Monetary Fund (IMF) dan bank-bank internasional

      2. Kondisi ekonomi dunia pada saat itu sangat labil dengan dinaikkannya harga minyak dunia oleh OPEC

      3. Tuntutan untuk segera mengembalikan hutang beserta bunganya dari IMF serta bank-bank internasional. Hal ini mengakibatkan Brazil harus memakai sistim buka lobang-tutup lobang untuk menutup hutangnya terdahulu dengan berhutang kepada pihak lain.

      4. Pasar ekspor produksi Brazil tidak menentu (mengkerut). Hal ini turut membuat Brazil tidak bias membayar hutang yang semakin besar.

      5. Penanam Modal Asing yang masuk ke Brazil sangat banyak ditunjang dengan regulasi modal asing dan nasionalisasi perusahaan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Akibatnya Brazil harus berbagi hasil dengan PMA dan tidak bias membangun secara mandiri perekonomian negaranya.

      6. Situasi ekonomi internasional yang tak kunjung membaik.

  1. KESIMPULAN

Dari serangkaian analisis faktor yang menyebabkan ketergantungan Brazil terhadap bantuan asing dapat diambil kesimpulan bahwasanya faktor yang dominan yang mempengaruhi ketergantungan ekonomi Brazil adalah situasi internasional. Seperti yang telah dijelaskan di atas adanya lembaga keuangan internasional yang memiliki pelayanan pinjaman kepada negara membuat Brazil mau tak mau meminjam dana untuk meperbaiki kondisi ekonomi negarranya. Sayangnya situasi ekonomi internasional yang ada tidak mendukung kemapanan ekonomi Brazil yang membuatnya terus-menerus berhutang untuk tetap menjalankan aktifitas ekonomi nasionalnya. Hal inilah yang membuat Brazil sulit untuk lepas dari bantuan asing.

Tulis sebuah Komentar