Inspiration, dream, and truth..

Do you know what inspire me know?

1. Jesus my beloved God. You are my leader..

2. Diplomat, ambassador, UN worker..

3. European land, Australia, China, USA..

4. Mr. Coffi Anam, Mr. Ong Keng Yong, Mr. Ban Ki Moon..

5. ASEAN, UN, MNC..

You know why? because I have a dream to be:

1. Ambassador, diplomat..

2. UN worker..

3. Public Relations in MNC..

4. Another success person..

5. Journal Writter in International Relations..

And a dream to..

1. Visit another states..

2. School abroad..

3. Get more and more higher education..

And the truth now..

I’m still a student in university who have a thousand dream to go outside the border of Indonesia with my own ability. Of course I can’t visit it with running..walked..or flying but I will realized it with my spectaculer dream, with my believeness, with my pray.

You may say that I’m too idealist and big dreamer..It’s up to you! But I believe that one day I can go there and I can be person like them. Who are they? They are a same with me so why I can be like them?

God..I give my dreams to your hands..

Bless me..

SOCIOMUSICA Goes to LPSPR Brawijaya (Lomba Paduan Suara Piala Rektor) 2008!! Ayo Berjuang!!

Kamis, 21 Februari 2008

‘Semangadh kawan2! Kita akan berjuang bersama dalam LPSPR 2008! Sopran, Alto, Tenor, Bass ayoo semangat dan berusaha menampilkan yang terbaik!’ Seringkali kata2 inilah yang setia menyapa tiap pertemuan latihan SOCIOMUSICA CHOIR menghadapi LPSPR Brawijaya 2008. Yup, tahun ini Fakultas tempat aku kuliah (Pogram Ilmu Sosial) tengah menyiapkan event akbar lomba paduan suara antar fakultas yang selalu diselenggarakan oleh pihak universitas setiap tahunnya ini. Untuk bener2 mempersiapkan event ini, SOCIOMUSICA CHOIR (paduan suara Program Ilmu Sosial/ PIS) udah dari jauh hari banget nyiapinnya. Kalo diitung sih persiapan kita itu kira-kira udah dimulai dari 3 bulan yang lalu (yah kurang-lebih akhir Novemberan gitu) tetapi anehnya sampai H-4 hari ini masih ada aja yang kurang. Huh..

Capek, bosen, bahkan ampe harus ngerelain gak liburan semester ganjil di rumah, itu yang aku dan rekan2 lain alami sepanjang liburan. Iya loh, kita must latihan tiap hari dengan disiplin selama 6 jam berturut2, bener2 nguras waktu dan tenaga banget deh pokoknya! Barangkali rekan2 bertanya2, ‘Kok e-ekstrim itu sih? Emang berapa lagu se yang musti dilatihkan?’ Hwalah..hwalah sebenernya sih cuman3 lagu tapi semuanya lumayan susah (ya secara aku dan beberapa teman masih anak baru (red. MABA!) jadi emank masih bau kencur banget di dunia PSM). Lagian setiap latihan ga semua personel selalu bisa datang dan lengkap jadi ya progress latihan kami gak pernah bisa maksimal, malahan kalo digambar dalam diagram grafiknya bakalan naik turun, kaya gunung-lembah gitu (waduh buka kartu banget nih..!!). Iya lho, gara2 problem ini juga pelatih kami mas Honey Bunny Sweety yang lengkapnya Albertus Wihananta ampe musti bolak-balik ngajarin lagu dari tempat yang sama dan celakanya walo udah diulangin berkali2 kita nyanyinya masih terus-terusan salah! Untung mas Hani sabar jadi kitanya ga sampe kena marah (malah justru karena saking sabarnya Mas Hani, justru kami yang jadi semakin ga enak karena bolak-balik salah mulu nyanyinya!). ‘Kalo nyanyi rongga mulut dalamnya dibuka (open throat), support dipakai, suara diarahkan ke hidung dan diangkat, jangan dijatuhkan! Ingat paket lengkap, ga mau cuman satu paket aja yang dipakai!Khusus untuk lagu Renaissance tolong untuk dibawakan ringan dan lincah, jangan terlalu gelap dan tebal!’, kalimat inilah yang selalu ditekankan pada kami, terus dan terus diulang tetapi selalu dan selalu saja masih terlupakan. Haduh..haduh.. Oh iya, untuk tiga judul lagu yang bakalan kami bawain diantaranya adalah lagu Wajib Mars Unibraw, lagu Renaissance Baroq Blaisson du Beau Tetang (pake bahasa Perancis yang beribet banget cara ngomongnya), dan lagu popnya Celine Dion, My Heart Will Go On, yang lebih dikenal sebagai soundtrack film fenomenal TITANIC.

Ngeliat dari sekelumit cerita di atas sebenarnya apa sih yang pengen Luke angkat dalam cuap2 kali ini? Ok, hanya satu hal! Temen2 SOCIOMUSICA semuanya (baik yang baca blog ini atau yang enggak) Luke berharap dengan sangat kita berjuang lebih giat semaksimal kemampuan kita untuk menghadapi tantangan kita bersama, LPSPR 2008. Luke hanya sekedar mengingatakan bahwa tahun lalu kita bisa mendapatkan juara 3 dan itu merupakan suatu prestasi tersendiri bagi PIS! Marilah mereview kembali bahwa pada saat itu SOCIOMUSICA baru terbentuk dan sebagai perwakilan PIS dalam LPSPR 2007 kita berhasil masuk sebagai juara. Sekarang adalah tahun kedua kita ikut dalam kompetisi ini, ayo sebisa mungkin pertahankan prestasi kita, minimal kita bisa membawakan lagu dengan teknik yang benar dan rileks (pokoknya mari kita buat yang terbaik dengan kemampuan maksimal kita)! Ingat kawan, citra PIS ada di tangan kita dan sebagai duta kita wajib menjalankan amanah itu sebaik-baiknya! Sekarang mungkin bukan waktunya untuk mengeluh kalo lagunya susah, latihannya lama dan mbosenin, ga bisa teknik falset, ga bisa masuk di birama yang tepat, atau apalah itu..! We are the team! Each of us has its own function to made harmony for the song which can’t be replaced by others! Ada sebuah kutipan lagu yang bisa menjadi inspirasi kita saat ini. ‘…we are each part of harmony so we have a job to do..we can build a bridge of peace and harmony (as a team)..’! The last let’s pray to God Almighty so with His blessing and mercy we’ll gonna be success in LPSPR! (‘Ya Tuhan, berikanlah kami kemaksimalan dalam bernyanyi pada saat LPSPR nanti ya Tuhan, berikanlah segala seustu yang terbaik bagi kami yang sesuai dengan rencanaMu, Amin!’). Oh iya, untuk pembaca sekalian doakan SOCIOMUSICA yah agar sukses di LPSPR nanti!

Terakhir sekali, semoga pengalaman kita bernyanyi di SC siang hari tadi memberikan pelajaran bagi kita…Ok!! Now, Let’s sing it! One..two..three.. Berpadu di derap langkah, menyambut terangnya sang surya…. Tetang refe plu blong tout neef Tetang… Near, far wherever you are I believe that the heart does go on…

Semangat teman2, PIS TANGGUH SATU PERJUANGAN ! ^_^

Best Friend Ever..Forefer..

Rabu, 20 Februari 2008

Sob, siapa sih orang yang ga punya sahabat di dunia ini? Menurutku sih siapapun orangnya di dunia ini dijamin pasti ga ada deh yang hidup tanpa sebuah ikatan yang dinamakan persahabatan. Yah apapun lah alasannya tapi yang namanya sahabat itu pasti ada khan?

Cuap2 masalah persahabatan, aku mau berbagi sedikit cerita ajah pada rekan2 sekalian tentang sahabat2 Luke yang tergabung dalam The Friendshipers (menurut rekan2 ini nama yang terlalu independen atau terlalu maksa sih?). Ok persahabatan kami dimulai saat kami duduk di bangku SMA kelas XI IA 2. Aku masih sangat mengingat kala itu kami sengaja memilih tempat duduk yang telah digrupkan seperti sebuah meja besar pada Konverensi Meja Bundar. Duduk bersabelahan adalah Aku, Feri, Indra,Arsyah, Luthfi,Erna, Risa, Iva, dan Nuri. Seiring dengan berjalannya waktu dengan keakraban kami jelas tidak lagi terelakkan (ya iyalah orang duduknya bersebelahan dan saling berhadapan..).Walaupun tak ada ikrar sebagai sahabat tetapi kami selalu terlihat bersama, rasanya tak lengkap bila salah satu dari antara kami sedang tidak bersama (apalah arti sebuah ikrar bila hanya menjadi sebuah janji. Kata orang bukti itu lebih penting kan?he.he..). Harmonis, itulah keadaan sehari2 kami (apa iya ya? yah dikit2 pernah tengkar lah..), pokoknya persahabatan diantara kami ga ada duanya deh..!! Bahkan sampai setelah lulus SMA pun kita masih sering ngumpul dan kontak2kan.

Kita juga sering saling visit lintas kota (Surabaya-Malang) gara2 kami kuliah di dua tempat yang berbeda (ada satu sahabat kami, Risa, yang malah kuliah di Jakarta. Sori ya Ris qt belum bisa visit kesana, u tau ndiri kalo Jatim-Jakarta itu jauh!!). Eh iyah, aku sempet juga loh bikin novel tentang persahabatan kita dan semua tokoh dalam novel itu TF’ers (nama TF itu sendiri sebenarnya juga muncul gara2 adanya novel ini). Ceritanya sih emang bukan tentang kita tetapi dalam beberapa scene (ceile..bikin film ta?hwe..e..e..) aku menyelipkan beberapa kisah nyata yang memang pernah kami alami bersama2. Sayangnya novel yang aku buat ini gagal aku terusin gara2 pas waktu itu aku sempet ganti CPU jadi hard disk CPU lama ga sempet dicopy dulu ke hardisk yang baru. Jujur aku masih kepikiran banget dengan novelku ini sampai sekarang karena mungkin kalo aku bisa mindahin data novelku itu aku sudah bisa nyelesein novel itu sekarang..!!

Yah itulah Aku dan TF. Kami adalah sahabat, best friends..ever..forever..

Miss u guys!!

Cintapuccino : Lezicioso!(lazies maksudnya!!)

Sabtu, 16 Februari 2008

Ada yang pernah liat film Cintapuccino yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Icha Rahmanti? Buat yang belum liat kayaknya Luke referensiin ne film buat ditonton deh! Berasa rugi kalo ga nonton film bergenre romantis ini! Walau karya aseli anak bangsa alias Made in Indonesia alur cerita Cintapuccino ga kalah hebat lo sama kisah romantisme film Titanic yang terkenal itu.

Whatz? Hari gene liat film romantis? Ga salah ta? Bukannya yang lagi ngetrend film2 bergenre horror sebangsanya Suster Ngesot, Angkerbatu, Lawangsewu ampe yang baru keluar Hantu Jembatan Ancol? Eits..jangan salah!! Film romantis ga salah seru koq dibanding sama film horror! Kalo film horror sering buat kejutan2 dengan hantu bermuka buruk yang tiba2 nongol di layar, film romantis juga bikin deg2an bahkan sering menyesakkan saat kita menanti-nanti apa yang selanjutnya terjadi dari cerita itu, tul nggak? Makanya sebenarnya sama2 seru sih (kan masing2 genre punya titik2 surprise sendiri2)!

Nah balik ke Cintapuccino, barangkali temen2 pada nanya koq sempet2nya yah aq nonton film bergenre romantis? He..he.. jangan salah tafsir en pengertian lho, semua bisa dijelaskan dengan teori (emang lagi kuliah pake teori segala!)! Aku memang seneng nonton film, masalah genrenya sih terserah asal menurutku menarik yah aku tonton. So mau laga, romantis, humor, sampe horror ga masalah buatku untuk ditonton asalkan penggarapan skenario dan jalan ceritanya baik sehingga bisa membuat alur di film mengalir secara wajar en ga dibuat en dipaksa-paksain. Sebenarnya penilaian orang terhadap bagus tidaknya jalan cerita memang lebih bersifat relatif, tetapi aq rasa akan sama jika memang ide cerita yang ditampilkan dalam film terkesan fresh dan apik.

(Sorry kalo pembicaraannya jadi melebar..soalnya orangnya juga lebar sih..he..he..)
Back lagi ke Cintapucin, peristiwa menonton film ini adalah sebuah ketidaksengajaan bagiku. Kebetulan sore ini aku sedang sendiri di kontrakan dan aku berencana meminjam film untuk menemani malamku yang sendiri (aduh sedih banget yah? Pacarnya kemana atuh bang koq ndak malam mingguan?he..). Saat sampai di rental di daftar film ‘New Release’ aku melihat ada film Cintapucin yang beberapa bulan lalu saat tengah diputar sempat menggema kemana-mana. Saat itu sih aq emang pengen nonton filmnya di bioskop tapi maklum karena nasib sebagai mahasiswa rantau tidak dapat terelakkan jadi daripada beli tiket 15rb buat nonton mending dipakai nabung. Gosip yang sempet aku denger sih Cintapucin bagus, tapi ada juga yang bilang kalo masih bagus seri novelnya daripada film aselinya. Berawal dari gossip inilah aq mutusin buat minjem CDnya.

Ga sia2 aq minjemnya, ternyata Cintapucin emang bagus. Alur cerita yang dibangun sang penulis sangat sederhana dan mudah untuk ditebak endingnya memang (biasalah kisah cinta segitiga endingnya pasti milih salah satu pasangan, entah dengan berbagai konflik sampai ada tokoh yang mati segala, atau malah tokoh utama memilih keluar dari cinta segitiga itu alias ga milih dua2nya), tetapi kerahasiaan ending seperti masih tetap terjaga di setiap sudut cerita sehingga penonton yang nebak nanti endingnya gini ato gitu jadi sempet salah tebak. Penonton serasa dijebak antara realitas bahwa Raka akan menikahi Rahmi atau Rahmi memilih cintanya yang lama bersama Nimo. Hmm..

Untuk ulasan cerita Cintapucin yang lengkap barangkali ga akan aku kasih ya (karena aku pengen temen2 nonton sendiri aja) tapi kalo sedikit bocoran sih boleh. Awalnya Rahmi (Sissy Priscilia) sangat menyukai Nimo (Miller) dan memiliki Nimo adalah obsesi Rahmi bertahun-tahun semenjak masa SMA. Lepas dari bangku kuliah Rahmi bertemu dengan pria lain yang menjadi calon suaminya yang bernama Raka (Aditya Herpavi). Obsesi lama Rahmi untuk memiliki Nimo memang masih ada tetapi kenyataan bahwa ia harus terus menjalani hidup membuat ia jatuh cinta kepada Raka. Hubungan Rahmi – Raka terjalin harmonis bahkan diceritakan akan menikah tidak lama lagi. Pada saat2 menjelang pernikahan itu tiba2 datang kembali Nimo dalam kehidupan Rahmi dan secara terang2an menyatakan bahwa Rahmi ternyata juga obsesi cintanya. Cinta segitiga pun terjadi diantra mereka, lalu siapakah yang harus dipilih Rahmi sebagai pendamping hidup? Raka tau Nimo?

Hayo pasti penasaran khan gimana endingnya..?? Makanya nonton deh Cintapucin ato baca aja novel aselinya (paling ga sampe 50rb!). O iya aku juga himbau kalo pengen nonton filmnya jangan yang bajakan yah! Ingat pembajakan itu dilarang karena melanggar UU Hak Cipta, bisa2 kena hukuman lho! Ok selamat nonton yah!

Cintapuccino..enaknya dinikmatin sambil minum Cappuccino!